Ini adalah terjemahan artikel dari Quran Blog. Proses penerjemahan tidak menghasilkan kutipan Al-Qur’an atau hukum agama.
Al-Qur'an memiliki 114 surah, atau bab. Setiap surah memiliki penomoran ayatnya sendiri, sehingga rujukan memerlukan nomor surah sekaligus nomor ayat. Mulailah dari daftar surah, buka surah yang Anda inginkan, dan periksa ayat di dalamnya. Pembagian bacaan seperti juz merupakan cara lain untuk mengatur suatu bagian, bukan nama lain bagi surah.
Pemeriksaan navigasi bagi pemula
- Temukan surah berdasarkan nomor dan namanya dalam daftar, lalu pastikan judul surahnya.
- Temukan ayat dalam surah tersebut dan catat kedua nomornya sebagai rujukan.
- Simpan surah dan ayat bersama penanda bacaan agar bagian itu dapat ditemukan dalam mushaf atau aplikasi lain.
Mulailah dari daftar surah
Panduan editorial orisinal yang disusun berdasarkan penelitian. Sumber diperiksa pada 10 Oktober 2026. Latihan yang dicontohkan merupakan saran editorial; petunjuk alat mencantumkan sumber dari penyedianya. Sampulnya merupakan ilustrasi editorial.
Al-Qur'an memuat 114 surah, atau bab. Surah pertama dalam urutan mushaf standar adalah Al-Fatihah; yang terakhir adalah An-Nas. Setiap surah berisi ayat bernomor, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut verses. Kedua nomor itu—surah dan ayat—memberi Anda cara yang andal untuk menemukan suatu bagian dalam berbagai buku dan aplikasi membaca.
Mengetahui jumlah keseluruhannya merupakan awal yang berguna. Memahami cara kerja daftar surah memudahkan Anda menavigasi Al-Qur'an setiap hari. Anda dapat menemukan bagian yang disebut seseorang, membuka kembali pelajaran tanpa mencari di antara tangkapan layar, dan memahami mengapa menyelesaikan satu surah terkadang memerlukan waktu jauh lebih lama daripada surah lainnya.
Mulailah dari daftar surah
Indeks surah Quran.com mencantumkan seluruh 114 surah dalam urutan mushaf beserta nama dan jumlah ayat yang ditampilkan. Sebagai orientasi, Al-Fatihah adalah surah ke-1 dengan tujuh ayat, Al-Baqarah adalah surah ke-2 dengan 286 ayat, dan An-Nas adalah surah ke-114 dengan enam ayat. Contoh-contoh ini menunjukkan mengapa menghitung surah yang telah selesai saja tidak banyak menggambarkan jumlah teks yang sudah Anda baca.
Cobalah latihan kecil sebelum memulai sesi membaca baru. Temukan surah yang disebut guru Anda, tuliskan nomornya di samping namanya, lalu buka ayat pertamanya. Kemudian kembali ke daftar dan temukan surah berikutnya. Ini membangun hubungan praktis antara nama, nomor, dan tempat nyata dalam teks.
Daftar isi cetak menjalankan fungsi yang sama. Daftar itu mungkin mencantumkan nama Arab, nama dalam transliterasi, judul bahasa Inggris, atau beberapa di antaranya sekaligus. Ikuti nomor surah ketika ejaannya terasa asing. Simpan nomor halaman cetak sebagai kemudahan untuk mushaf tersebut, bersama nomor surah yang lebih mudah digunakan lintas edisi.
Nama surah dan judul bahasa Inggris
Anda mungkin menjumpai Al-Fatihah ditulis sebagai Al-Fatiha atau Al-Faatiha. Sistem transliterasi mewakili huruf Arab dengan cara berbeda, sehingga sedikit perbedaan ejaan dalam judul beraksara Latin tidak harus berarti Anda menemukan surah lain. Nomor dan judul bahasa Arab membantu Anda memeriksanya. Penanda bacaan yang hanya diberi ejaan berdasarkan ingatan bisa lebih sulit ditemukan kemudian.
Judul surah dalam bahasa Inggris merupakan lapisan lain. Sebuah daftar mungkin menampilkan terjemahan bahasa Inggris di samping nama Arab. Jika Anda mendengar judul bahasa Inggris dalam ceramah, temukan dalam daftar dan simpan nama Arab atau transliterasinya beserta nomornya. Dengan demikian, Anda dapat mengenali surah yang sama ketika sumber lain menggunakan judul bahasa Inggris yang berbeda.
Judul surah membantu mengenali surah tersebut; Anda tetap perlu membacanya untuk mengetahui isinya. Hindari menyusun ringkasan hanya berdasarkan judul. Saat belajar, catatan yang berguna cukup berupa “nomor surah, nama, bagian yang dipelajari.” Pengamatan Anda tentang bagian tersebut dapat ditulis di bawah baris itu.
Penomoran ayat dimulai kembali pada setiap surah
Dalam rujukan 112:1, angka pertama menunjukkan Surah Al-Ikhlas dan angka kedua menunjukkan ayat pertamanya. Dalam 113:1, nomor ayatnya kembali satu, tetapi surahnya adalah Al-Falaq. Nomor ayat tanpa surahnya dapat menunjuk ke banyak tempat berbeda. Sertakan keduanya ketika bertanya atau membagikan rujukan.
Anda dapat berlatih dengan bagian awal Al-Ikhlas, 112:1. Perhatikan judul surah dan label ayat sebelum membaca. Kemudian buka Al-Falaq, 113:1 dan amati apa yang berubah. Latihan ini mengajarkan sistem rujukan tanpa mengharuskan Anda mempelajari setiap nama surah terlebih dahulu.
Ketika seseorang mengatakan “tiga ayat terakhir,” tanyakan surah yang dimaksud. Ketika seseorang mengatakan “halaman dua belas,” tanyakan edisi yang digunakan. Ini adalah pertanyaan navigasi yang wajar. Memberikan rujukan lengkap pada awal pelajaran menghindarkan semua orang dari memeriksa bagian yang salah dan menganggap masalahnya ada pada bacaan mereka.
Surah dan juz memiliki fungsi berbeda
Daftar surah dan daftar juz mengatur akses ke Al-Qur'an yang sama dengan cara berbeda. Surah adalah bab. Juz adalah pembagian bacaan. Batas juz dapat berada di dalam surah, dan satu juz dapat memuat beberapa surah lengkap. Beralih di antara kedua daftar itu mengubah jalur navigasi Anda, bukan bagian teksnya.
Misalnya, tugas pelajaran dapat ditetapkan berdasarkan surah, sedangkan rencana membaca ditetapkan berdasarkan juz. Catat jenis tugas yang Anda terima. “Baca surah 30” dan “baca juz 30” menunjukkan pilihan yang berbeda. Jika rencana Anda hanya tertulis “30,” perjelas keterangannya sebelum membuat daftar periksa atau mengunduh rekaman audio.
Panduan kami tentang juz, hizb, dan seperempat hizb menjelaskan pembagian tambahan tersebut. Anda dapat mempelajarinya sesuai kebutuhan. Pemula yang dapat menemukan surah dan ayat dengan yakin sudah memiliki keterampilan navigasi yang berguna; daftar lainnya dapat ditambahkan ketika pelajaran atau rencana membaca memerlukannya.
Buat penanda bacaan yang dapat digunakan di mana saja
Bayangkan pelajaran hari ini berakhir pada Al-Ikhlas 112:2. Penanda bacaan yang berguna berbunyi “Al-Ikhlas 112:2 — pelajaran berikutnya: ulangi dari 112:1.” Jika Anda juga menulis nomor halaman, beri keterangan edisinya. Di ponsel, simpan tautan langsung ke ayat. Dalam buku catatan, letakkan surah dan ayat dengan jelas di bagian atas.
Kebiasaan kecil ini jauh memudahkan pergantian perangkat atau buku. Tata letak halaman dapat berubah, aplikasi dapat memindahkan tombol penanda bacaannya, dan ejaan Latin judul dapat bervariasi. Rujukan bernomor tetap memberi Anda titik awal yang jelas. Ini juga memudahkan pencatatan koreksi guru secara akurat.
Sesi orientasi lima menit
- Temukan Al-Fatihah, Al-Baqarah, dan An-Nas dalam daftar.
- Pilih satu surah lain dan catat nama serta nomornya.
- Buka satu ayat dan periksa kedua unsur rujukannya.
- Simpan penanda bacaan yang memuat nama, nomor surah, dan nomor ayat.
- Buka kembali bagian yang ditandai itu melalui daftar untuk memastikan Anda dapat menemukannya lagi.
Anda tidak perlu menghafal seluruh daftar dalam latihan ini. Usahakan agar Anda dapat berpindah-pindah dalam teks dengan yakin. Angka 114 menjawab pertanyaan pembuka; kemampuan menemukan, memeriksa, dan mengunjungi kembali suatu bagianlah yang membuat jawaban itu berguna dalam bacaan Anda.
Daftar surah Quran.com — Urutan surah, nama, dan jumlah ayat yang ditampilkan diperiksa dengan mengacu pada daftar yang tersedia secara langsung. Latihan navigasi merupakan saran editorial orisinal.
Bacaan terkait
Lanjutkan dengan Cara Membaca Rujukan Ayat Al-Qur'an: Surah dan Ayat atau Juz, Hizb, dan Rub el Hizb: Penjelasan Pembagian Al-Qur'an.


Tanggapan
Percakapan yang bermakna dimulai dengan kepedulian. Tanggapan ditinjau sebelum ditampilkan.
Memuat percakapan…